“Saya Membuat Mereka Menangis” (Eko, SD N 1 Kaligayam, Wedi)

Posted Leave a commentPosted in Cerita Relawan

Setiap Hari Inspirasi pasti memberikan kesan tersendiri tidak hanya untuk panitia lokalnya, namun juga inspirator dan dokumentatornya. Begitu juga di Kelas Insprasi Klaten 4 di tahun 2019, Hari Inspirasi (20/07/2019) yang diselenggarakan di 4 kecamatan (Wedi, Gantiwarno, Jogonalan, Prambanan) memberikan cerita haru tersendiri, khususnya oleh Damiriya Eko Kusnandar atau yang biasa dikenal dengan nama mas Eko yang merupakan pelatih taekwondo dan juga inspirator di SD N 1 Kaligayam, Wedi.

Lewat cerita mas Eko yang disampaikan ke salah satu panlok (panitia lokal) KIK #4, mas Eko mengemukakan jika di HI kemarin, ia membuat tidak hanya anak-anak SD di Kaligayam 1 menangis, namun juga beberapa inspirator dari kelompok lain juga menangis mendengar ceritanya. Mas Eko mendapat pesan singkat lewat WA dari salah satu siswa di Kaligayam 1. “Kak, di save ya saya Safira kelas 6. Maaf yang nangis tadi.” Ya! Safira adalah satu diantara sekian orang yang dibuat menangis oleh Mas Eko.

Eits, tapi tenang, mas Eko baik kok dan para siswa ataupun relawan menangis karena pesan penting dari pelatih taekwondo ini. Beliau mengatakan jika dari KI 2, beliau sudah menentukan kelas sasaran untuk membagikan pesan penting.

“KI cuman sebentar tapi paling tidak sebelum aku pergi, aku memberi modal buat mencapai target cita-cita terdekat meraka. Kelas 5 untuk prepare. Kelas 6 untuk modal mental untuk siap UN. Jadi, mereka aku tanya tentang ibadah ada yang bolong tidak. Ibadah salah satu modal mental ketenangan. Berikutnya doa terkuat didunia adalah orang tua mereka aku ajak mereka flash back tentang kelakuan mereka tentang salah-salah mereka dan setelah ini aku minta mereka meminta maaf ke ortu mereka plus minta doa buat kelancaran UN. Begitu juga dengan guru yang setia memulai mengajarkan mereka tentang baca dan tulis flash back ke kelas 1 sampai saat ini. Permintaanku sama seperti terhadap orang tua mereka. Semakin banyak doa semakin lengkap senjatamu mempersiapkan UN selain kerajinan kedisiplinan dalam belajar.”

Damiriya Eko Kusnandar

Karena pesan Mas Eko tersebutlah, Safira ikut menangis. Dalam pesan singkatnya, setelah mendapatkan semangat dari Mas Eko, Safira semakin membulatkan tekad untuk bisa meraih cita-citanya. Walaupun begitu, ada sebersit ragu kala Safira mengemukakan, “Tapi saya telat atau enggak ya kak bisanya yang meminta maaf sekarang?”

“Tidak ada kata terlambat untuk mengemukakan kebaikan.” Yap, itulah yang dikatakan mas Eko agar Safira kembali yakin dan tidak meragu.

Setelah HI terlaksana, mas Eko berkumpul dengan relawan yang lain di Empon-Empon. Saling bercerita, berbagi cengkrama serta bersantai ria dan mas Eko sukses membuat inspirator mbrebes mili mendengar ceritanya.

“Datang senang pulang senang.

Setiap langkah semoga bernilai ibadah walau ada kekacauan tapi dibikin enjoy.

Liburan/waktu jeda yang berfaedah dan bermanfaat”


Damiriya Eko Kusnandar

Ya, dalam waktu yang sedikit, sebisa mungkin dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Banyak cara untuk berbagi kebaikan dan salah satunya lewat Kelas Inspirasi agar adik-adik bisa semakin yakin dan berani bermimpi untuk masa depannya sendiri agar lebih baik dari hari ini.

Itulah sebersit cerita dari Mas Eko dari SD N 1 Kaligayam, Wedi di Kelas Inspirasi Klaten 4. Ada banyak cerita lain yang berbeda dan tentunya berkesan untuk masing-masing relawan yang terjun langsung, saling berbagi, belajar dan menginsprasi tidak hanya untuk orang lain namun juga untuk diri sendiri.

Siswa SD N 1 Kaligayam berdoa bersama

Sumber cerita: mas Eko (SD N 1 Kaligayam, Wedi, Klaten)