Cerita Relawan

PERJALANAN AWAL DARI SEBUAH KISAH

foto bersama setelah Pelaksanaan Hari Inspirasi

Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki tahun 2018 ini kumulai dengan menuliskan resolusi-resolusi yang ingin dilakukan di tahun 2018. Di tahun 2018 ini aku berharap bisa berbagi dan berkarya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dari sekian banyak resolusi yang sudah dituliskan salah satunya adalah menjadi relawan pengajar/relawan inspirator Kelas Inspirasi di kota manapun itu. Sebelumnya aku sudah pernah menjadi relawan penitia di Kelas Inspirasi Yogyakarta dari sanalah tumbuh bibit ataupun kerinduan untuk boleh bersentuhan langsung dengan anak-anaknya.

Akhir tahun 2017 aku melihat di salah satu media sosial Kelas Inspirasi Klaten sedang mengadakan open recruitment relawan pengajar, dari awal pendaftaran aku sudah ingin mendaftar tapi sampai batas waktu yang ditentukan aku lupa mengisi form, but Thank God ternyata batas waktu untuk pendaftaran di perpanjang dan tanpa menunda-nunda lagi aku langsung daftar deh. Berselang waktu sekitar 2 minggu (kalau tidak salah hehehe) aku dapat email dari Kelas Inspirasi Klaten, aku lolos menjadi salah satu relawan pengajar. Yeayyy, Aku senang!! But after that aku mesti mikir bagimana caranya dapat izin kerja karena acara kelas inspirasi ini diadakan di hari senin. Seperti slogan Kelas Inspirasi di seluruh Indonesia yaitu “cuti sehari, mengispirasi selamanya”. Oh ya, buat kamu yang belum tahu apa itu  Kelas Inspirasi, Kelas Inspirasi adalah sebuah gerakan yang tujuannya memperkenalkan berbagai macam profesi kepada anak-anak SD biasanya di daerah pedalaman ataupun di daerah pinggiran kota, berharap dengan adanya gerakan ini membuat cita-cita anak menjadi lebih kaya.Minggu tanggal empat Februari 2018 aku berangkat ke Klaten sendiri, sebenarnya melewati Klaten sering banget si misalnya ke Solo ataupun ke Surabaya nah itu pasti melewati Klaten tapi yang benar-benar tujuannya ke Klaten itu baru kali ini. And just for your information walaupun aku sudah hampir 5 tahun di Jogja aku belum pernah naik kreta pramex (Jogja-Solo) so this is my first time.


(Tiket kereta Lempuyangan – Klaten)

Sekitar jam 10.55 aku berangkat dari Stasiun Lempuyangan, tiba di stasiun Klaten jam 11.22. Setibanya disana aku langsung buka aplikasi gojek dan sedikit kaget ternyata lokasi yang aku tuju untuk briefing lumayan jauh dari stasiun sekita 14 km-an dan tidak lamakemudian seorang driver pick up orderanku. Seperti stasiun-stasiun lain ojek online tidak diperbolehkan mangkal langsung di depan stasiun jadi aku harus jalan beberapa ratus meter untuk bertemu dengan bapak drivernya. Oh ya bapak drivernya baik banget, beliau mengarahkanku ke tempatnya berada saat itu. secara aku belum pernah turun di stasiun Klaten ya, jadi kamu bisa bayangkan aku mendadak buta arah dan if you know orang Jawa itu suka sekali menggunakan mata angin (utara, selatan, barat, timur) saat memberi petujuk arah, belum lagi jika mereka menggunakan bahasa jawa (ngalor- ngidul, wetan) yang aku sama sekali belum memahami sampai sekarang patokan utara mereka itu dimana. Tapi bapak driver ini menuntunku dengan bahasa yang ku mengerti. (Driver : ”mbak nanti belok kiri, lurus terus sampai mentok, lalu belok kiri sedikit ketemu rel kereta api, lurus terus sampai pom bensin lalu belok kanan, ketemu indomaret nah saya disitu mb.”  Infromasi yang sangat jelas!) Bertemu dengan bapak gojek, berangkat menuju lokasi brifieng. Sepanjang perjalanan aku dan bapak gojek saling bertukar cerita, terkadang kami diam dalam lamunan kami masing-masing. Finally aku sampai di lokasi briefing yaitu di kec.Tulung, sesampainya acara briefing aku bertemu dengan orang yang sangat ku kenal yaitu Mbak Nuri dan Memi, mereka ini adalah sodaraku di kepanitiaan Kelas Inspirasi Yogyakarta sebelumnya. Kami tidak saling janjian, ternyata memi diminta mengisi salah satu di sesi itu.

 (Ketemu Mba Rury dan Memi, team di Kelas Inspirasi Yogyakarta 2017)

Setelah briefing, kelompokku langsung survey ke sekolah yang akan kami datangi kesokan harinya, emmmm sebenarnya aku malu megakui ini tapi harus kuakui bahwa aku terlambat datang ke acara briefing itu bahkan sesampainya disana acara sudah selesai sodara-sodara, memalukan kan please jangan dicontoh untuk hal yang ini. Kami hanya sebentar melihat sekolah itu lalu makan siang bersama. Di sinilah aku kenalan secara resmi dengan teman-teman kelompokku ada Mas Agung, Kak Andre, Alfi, Aryo dan Niken. Sebenarnya kami ada ber-14 orang dalam kelompok ini. Relawan fasilitator ada 3 orang, Relawan dokumentator ada 3 orang, relawan pengajar 8 orang, tapi beberapa dari mereka datang menyusul.Berhubung jarak Jogja-Klaten itu tidak dekat maka aku memutuskan untuk ikut nginap di rumah salah satu fasilitatorku, bukan hanya aku saja yang menginap malam itu tapi banyak teman-teman yang lain juga ikut menginap disana. kami dijamu dengan baik sekali oleh keluarga alfi. Sekali lagi dalam tulisan ini kuucapkan terimakasih untuk seluruh kelaurga Alfi, ter-untuk mamanya Alfi “pisang gorengnya enak tante J” . Terus terang malam itu adalah malam yang membuat kami menjadi lebih cair, lebih mengalir, menjadi lebih dekat, saling mengenal lebih jauh dan ada hal yang sulit kugambarkan dengan kata-kata bahwa ada satu ikatan yang aneh dimana kami belum pernah bertemu sebelumnya tapi malam itu begitu hangat seperti sahabat atau keluarga sedang reunian emmm buat kamu yang  sering menjadi relawan kamu pasti paham yang kumaksud. Ya, seperti keluarga, saudara.

(Menggunting mahkota  cita-cita bersama )

)Ada satu cerita lucu malam itu, jadi relawan videographer kami yang bernama mas Wahyudin baru tiba di lokasi menginap sekitar jam 19.30, dia naik motor dari Maggelang, coba kamu bayangkan perjalanan yang dia tempuh sekitar 3 jam, jadi pasti lelah. Saat itu dia mendapati kami sedang ngobrol-ngobrol tak lama kemudian dia juga nimbrung cerita, tiba-tiba Aryo menanyakan ke mas Wahyudin “btw udah makan malam kan mas?” mas Wahyudin menjawab dengan serius “belum…dari pagi” tanpa komando semua jadi hening tiba-tiba merasa iba atau apalah dan beberapa detik kemudian ada tawa yang pecah. Tuan rumah pun mempersilahkan dia makan, tanpa malu-malu mas Wahyudin langsung ke dapur ambil makanan. Selain ngobrol, bercanda dll nya kami juga latihanice breaking untuk di peragakan oleh anak-anak di sekolah sebagai opening (sebanarnya aku ada videonya nih tapi kehapus di HP)


PENGALAMAN MEMPERKENALKAN PROFESI KE ANAK SD

Keesokan harinya sekitar jam 05.00 pagi kami sudah mengantri mandi karena harus tiba di sekolah jam 07.00 pagi untuk mengikuti upacara. Sayang sekali setibanya disekolah hujan sehingga anak-anak tidak upacara, namun hal itu tidak menurunkan semangat kami terlebih lagi melihat anak-anak yang sudah mulai berdatangan satu persatu, ada yang jalan kaki menggunakan payung, ada yang berlari-lari sampil menaruh tas di kepala, ada yang diantar orangtuanya. Pemandangan itu indah, menyejukkan hati.

Oh ia, ada hal unik yang mereka lakukan setibanya di sekolah, yaitu bersih-bersih ada yang membuang sampah, ada yang menyapu, ada yang menghapus papan tulis dll nya. Hal ini mengingatkanku semasa aku SD dulu, kami ada piket untuk bersih-bersih kelas, aku tidak tau apakah sekolah di kota masih melakukan ritual ini.

(anak-anak melakukan bersih-bersih ruang kelas)


Sekolah yang kami kunjungi adalah SD Negri Kiringan 02 Kec.Tulung, Klaten. Jumlah siswa keseluruhan 45 orang (perempuan : 24 orang dan laki-laki 21 orang). Jumlah siswa per-kelasKelas I : 10 orangKelas II : 2 orangKelas III : 7 orangKelas IV :  6 orangKelas V : 7 orangKelas VI : 8 orangAcara Kelas Inspirasi di SDN kiringan 02 ini kami mulai dengan serangkaian kegiatan di opening yaitu kata sambutan dari ketua kelompok kami sekaligus minta izin memperkenalkan profesi kami ke anak-anak, kata sambutan dari pihak sekolah dan ice breaking, setelah itu baru kami masing-masing masuk ke kelas memperkenalkan profesi kami.

(ice breaking di opening)


Saya mendapat jatah masuk di kelas I&II di gabung, kelas III, kelas IV dan Kelas V. Jadwal pertama saya adalah di kelas I. Begitu masuk di kelas I&II (digabung) saya menjadi blank, saya bingung metode apa yang harus saya gunakan untuk memperkenalkan profesi saya kepada mereka, tiba-tiba muncul dalam pikiran saya bagaimana jika mereka tidak mengerti dengan materi yang saya bawakan. Bukannya saya tidak persiapan, 2 hari sebelum mengajar ini saya sudah menyiapkan metode yang akan saya gunakan bahkan saya sudah print beberapa gambar tentang pekerjaan saya untuk memudahkan pemahaman mereka. Tapi saat itu saya menjadi blank, ini lebih parah dari skripsi.  Sekarang coba kamu bayangkan saya ini bekerja sebagai asisten project manager di bidang design interior dan furniture yang pekerjaan sehari-harinya adalah memange/memfollow up project-project. But once again God help me, tiba-tiba ada ide untuk mendongeng, saya mengajak mereka semua untuk maju kedepan kami duduk lesehan membentuk lingkaran, lalu saya mulai bercerita tentang ada seorang kaya yang ingin membangun hotel dan dia memerlukan seseorang yang bisa mengatur segala perabotan yang akan ditaruh di hotel seperti tempat tidur, meja, kursi, lampu dll nya,. Seseorang itu adalah saya, profesi saya mengatur kebutuhan prabot yang ada di hotel. Terakhir sekali saya bercerita adalah ketika SMA kelas I waktu itu saya guru sekolah minggu di gereja, jadi coba bayangkan apa yang terjadi selanjutnya hahaha, failed menurut saya. Tapi ada kebahagiaan tersendiri ketika mereka sangat excited melihat gambar-gambar yang saya tunjukkan. Setelah selesai mendongeng saya meminta mereka menuliskan cita-cita mereka di mahkota. Diantara anak-anak itu ada yang belum bisa menulis jadi saya memmbantu dia menuliskan cita-citanya. Dan sebagai penutup saya mengajak mereka melakukan tepuk hebat.

(mencritakan profesi kepada anak kls I)
(bersama anak kls I, menuliskan cita-cita di mahkota cita-cita)
(foto bersama setelah menuliskan cita-cita)

Dari kelas I&II, saya lanjutkan ke kelas III, IV dan V untuk ke-3 kelas ini metode yang saya bagikan sama yaitu story telling by gambar. Karena jumlah murid di masing-masing kelas ini sedikit saya mengajak mereka untuk duduk membentuk lingkaran sehingga diantara kami boleh saling melihat. Sebelum aku bercerita mengenai profesiku, aku mengajak mereka untuk bernyanyi agar lebih segar dan semangat dan di closing semua kelas aku tutup dengan tepuk hebat, aku berharap dengan tepuk hebat ini mereka menyadari betapa hebatnya diri mereka. Buat kamu yang belum tau tepuk hebat itu bagaimana? Ini dia saya kasih tau liriknyaTepuk hebat (prok..prokk)Aku hebat ( prok..prokk)Kamu hebat (prok..prok)Semua hebat (prok..prok)Heee….battttt (mengakat kedua tangan keatas).Oh ya selain bercerita tentang profesiku ada nilai-nilai yang selalu kusampaikan di setiap kelas ini yaitu pentingnya kejujuran, rajin belajar, mandiri dan saling menolong.

(Bersama anak KLS III)
(bersama anak KLS V )


Ada begitu banyak emosi yang aku rasakan melihat anak-anak ini, ada rasa haru, bahagia, bangga, senang melihat mereka yang sudah punya cita-cita spesifik, tawa, lucu melihat kepolosan mereka apalagi ketika aku menayakan cita-citanya mereka. Ada yang ingin menjadi juragan buah-buahan komplit karena ayahnya juragan buah di pasar, ada yang ingin jadi pedagang sayur, pembajak sawah, TKW, Peternak, penyanyi, penjahit, pemadam kebakaran, polisi, guru dan sebagainya. Tidak salah kok jika ingin menjadi juragan buah, pedagang sayur ataupun pembajak sawah aku yakin mereka akan menjadi juragan sayur,pebajak, juragan buah yang berbeda ketika mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Harapanku adalah mereka tetap memiliki semangat untuk bersekolah, semangat untuk rajin belajar dan tidak melupakan cita-cita mereka sekalipun kelak mungkin ada banyak rintangan di hadapan mereka.

(Nama : Riski)
(Nama : Ragil, Cita-cita : peternak ayam)

Sebagai closing dari tulisan ini aku ingin mengucap syukur kepada Tuhan untuk setiap kesempatan yang Tuhan berikan dimana aku bisa belajar banyak tentang kehidupan diluar sana dan hal ini membuat mataku semakin terbuka untuk mengasihi sesama lebih dan lebih lagi.  SALAM INSPIRASI

(setelah fingerpaint, simbol dari cita-cita mereka)

 For Your Information:

1. Semua foto-foto dalam tulisan ini diambil oleh relawan photographer (Aryo dan Westhi)

2. Buat kamu yang ingin lihat video lengkap dari kisah kami dapat mengunjungi    https://www.youtube.com/watch?v=nplL3bmQDuQ

Story by : Gracea Sembiring, Relawan Pengajar SD N Kiringan, Tulung, Kelas Inspirasi Klaten 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *